SEMUA hari dalam Islam itu baik. Tidak ada hari buruk dan sial dalam
Islam. Adapun jika kita mengalami musibah dan ketidaksenangan dalam
sebuah hari, tak lain itu hanya suatu sunatullah (ketentuan Allah swt)
bahwa hidup manusia ada kalanya di atas, dan ada kalanya di bawah. Terus
bergulir seperti itu, dengan kadar yang berbeda-beda di antara semua
orang.
Namun, tidak bisa disangkal lagi pula, bahwa umat Islam dianugerahi sebuah hari yang sangat istimewa, yaitu hari Jumat. Kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya.
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda: “Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk,” (HR. Muslim).
Namun, tidak bisa disangkal lagi pula, bahwa umat Islam dianugerahi sebuah hari yang sangat istimewa, yaitu hari Jumat. Kaum Yahudi dan Nasrani dipalingkan darinya.
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda: “Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jum’at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk,” (HR. Muslim).